Perkiraan rentang dosis berdasarkan berat badan untuk parasetamol, ibuprofen, atau famotidine pada anak atau bayi.
Famotidine (nama dagang Pepcid) adalah obat penurun asam lambung yang kadang diresepkan untuk refluks atau GERD pada bayi, dengan mengurangi produksi asam lambung. Berbeda dengan parasetamol atau ibuprofen anak yang dijual bebas, famotidine biasanya diresepkan dan dosisnya ditentukan secara individual oleh dokter anak, bukan dipilih bebas oleh orang tua di apotek.
Keduanya biasanya diberikan dalam jumlah miligram tertentu per kilogram berat badan per dosis — sekitar 10–15 mg/kg untuk parasetamol dan 5–10 mg/kg untuk ibuprofen, diberikan pada interval tertentu. Ini adalah logika mg/kg yang sama yang digunakan di seluruh dunia, jadi berlaku baik Anda menggunakan merek internasional maupun merek lokal yang setara. Masukkan berat badan anak Anda (dalam kg atau lb) dan konsentrasi produk di atas untuk melihat perkiraan dosis dalam mg dan mL.
Parasetamol dijual di Indonesia dengan berbagai merek dagang, termasuk Sanmol dan Panadol. Ibuprofen banyak dijual dengan merek seperti Proris. Famotidine adalah nama generik dan dijual dengan berbagai merek dagang tergantung produsennya, biasanya hanya dengan resep dokter. Perhitungan dosis (mg per kg berat badan) sama di mana pun — cukup periksa label produk Anda sendiri untuk mengetahui konsentrasinya dalam mg per mL, karena ini bervariasi antar merek, lalu pilih atau masukkan nilai yang paling mendekati di atas.
Beberapa dokter anak memang menganjurkan pemberian bergantian atau kombinasi parasetamol dan ibuprofen untuk demam yang sulit turun, tetapi waktu dan jumlahnya penting diperhatikan agar tidak melebihi dosis maksimum harian salah satu obat secara tidak sengaja. Konfirmasikan jadwal kombinasi yang spesifik dengan dokter anak Anda, jangan menyusunnya sendiri.
Tidak — ini hanya referensi umum berdasarkan rentang dosis yang dipublikasikan berdasarkan berat badan, bukan rekomendasi medis yang dipersonalisasi. Selalu periksa dosis sesuai label produk spesifik Anda, konfirmasikan dengan dokter anak atau apoteker Anda, dan jangan pernah melebihi jumlah maksimum harian.