Kalkulator Susu Formula Bayi
Bagaimana ini dihitung
Kalkulator ini memakai patokan yang sering dipakai tenaga kesehatan sebagai titik awal: sekitar 150 ml per kilogram berat badan per hari untuk bayi di bawah 6 bulan. Begitu usia bertambah dan makanan pendamping ASI (MPASI) mulai diperkenalkan, kebutuhan susu per kilogram berat badan berangsur turun — kalkulator menurunkannya menjadi sekitar 120 ml/kg untuk usia 6–9 bulan dan 100 ml/kg setelah 9 bulan, karena sebagian energi harian anak mulai dipenuhi dari makanan padat, bukan hanya susu. Total harian juga dibatasi maksimal 960 ml, karena melebihi angka itu jarang diperlukan bahkan untuk bayi dengan berat badan besar. Angka per sesi menyusu didapat dengan membagi total harian dengan jumlah sesi menyusu yang Anda masukkan.
Panduan ml/kg ini berlaku sama baik untuk susu formula maupun ASI perah (ASIP) — tubuh bayi tidak membedakan sumber kalorinya, jadi angka yang sama bisa dipakai untuk memperkirakan kebutuhan stok ASIP harian.
Hal-hal yang perlu diketahui
Bayi prematur biasanya punya kebutuhan dan jadwal menyusu yang berbeda dari patokan usia-kronologis di atas — dokter atau tim NICU biasanya menghitung kebutuhan berdasarkan usia terkoreksi (dihitung dari perkiraan tanggal lahir, bukan tanggal lahir sebenarnya) dan bisa merekomendasikan volume yang berbeda dari hasil kalkulator ini. Begitu pula bayi dengan kondisi medis tertentu seperti refluks berat atau gangguan tumbuh kembang biasanya punya rencana pemberian makan yang disesuaikan khusus oleh dokter anak.
Untuk susu formula bubuk, ikuti selalu takaran sendok dan rasio air pada kemasan produk — mengencerkan atau memekatkan formula dari takaran yang tertera bisa memengaruhi asupan nutrisi bayi. Yang tak kalah penting: kalkulator ini memberi perkiraan volume total, tapi tanda lapar (mengecap, memasukkan tangan ke mulut, gelisah) dan tanda kenyang (melepas dot, menutup mulut, tertidur) dari bayi Anda sendiri tetap panduan yang lebih baik untuk sesi menyusu tertentu dibanding angka di layar.
Sumber
Panduan ml/kg/hari yang dipakai di atas merujuk pada rekomendasi umum pemberian susu pada bayi yang juga dianut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Untuk pedoman menyusui dan pemberian makan bayi secara lebih luas, termasuk anjuran ASI eksklusif 6 bulan pertama, lihat Kementerian Kesehatan RI dan World Health Organization (WHO).