Kalkulator Siklus Haid
Bagaimana ini dihitung
Perhitungannya sederhana: haid berikutnya diperkirakan jatuh pada HPHT ditambah panjang siklus yang Anda masukkan. Status "terlambat" atau "X hari lagi" muncul dengan membandingkan tanggal itu dengan hari ini. Empat perkiraan siklus berikutnya di bawah hasil didapat dengan mengulang penambahan panjang siklus yang sama secara berturut-turut — jadi kalau siklus Anda sebenarnya 30 hari tapi Anda memasukkan 28, selisihnya akan makin membesar setiap siklus yang diproyeksikan ke depan.
Rentang 21–35 hari yang disebut di catatan hint sebagai "normal" merujuk pada variasi panjang siklus yang umum ditemukan pada usia reproduksi — siklus yang teratur, meski panjangnya sedikit berbeda dari 28 hari, biasanya masih menandakan ovulasi yang berjalan normal.
Hal yang perlu diperhatikan
Haid yang terlambat sering langsung dikaitkan dengan kehamilan, padahal ada banyak penyebab lain: stres, kurang tidur, perubahan berat badan yang cukup drastis, sakit, perjalanan jauh dengan perbedaan zona waktu, menyusui, atau kondisi seperti gangguan tiroid dan PCOS semuanya bisa menggeser jadwal haid. Sebaliknya, siklus yang biasanya teratur tapi tiba-tiba maju atau mundur cukup jauh juga layak diperhatikan, bukan hanya yang terlambat.
Kalau siklus Anda memang tidak teratur dari bulan ke bulan, perkiraan di atas — termasuk empat proyeksi siklus berikutnya — akan jauh lebih kasar dibanding untuk siklus yang teratur. Haid yang terlambat lebih dari seminggu tanpa penjelasan yang jelas, atau perubahan pola haid yang menetap selama beberapa bulan, sebaiknya didiskusikan dengan dokter atau bidan.
Sumber
Perkiraan siklus di atas mengikuti pemahaman umum tentang siklus menstruasi yang dipakai dalam konseling kesehatan reproduksi. Untuk bacaan lebih lanjut, lihat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) terbitan Kementerian Kesehatan RI, dan World Health Organization (WHO).